Tambling dan Harimau Sumatera

Tambling dan Harimau Sumatera

WartaBhineka – Tambling  – Dunia memperingati Hari Harimau Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Juli. Indonesia sendiri memiliki kawasan konservasi yang mengkhususkan aktifitas terhadap perlindungan harimau. Yakni, Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).

TWNC masuk ke dalam bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang dibentuk atas kerjasama kolaborasi berbagai pihak. Seperti, Yayasan Artha Graha Peduli (AGP), TNBBS, BKSDA Bengkulu serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sejak tahun 2007, TWNC yang berada di bawah payung Yayasan Artha Graha Peduli dibantu oleh Taman Safari Indonesia menaruh perhatian penuh terhadap populasi Harimau Sumatera yang berada diambang kepunahan dengan mendirikan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS). Didirikannya PRS ini bertujuan untuk menyelamatkan dan memulihkan Harimau Sumatera yang mengalami konflik dengan manusia.

Di pertengahan 2008, lima ekor Harimau Sumatera yang berkonflik dengan manusia direlokasi ke PRS TWNC dan satu ekor buaya langsung dilepasliarkan di Kawasan Tambling.

Setelah direhabilitasi, dua ekor Harimau Sumatera tersebut dilepasliarkan pada 22 Juli 2008. Sedangkan yang lainnya masih membutuhkan perawatan di PRS TWNC.

Setahun kemudian, tepatnya pada 15 Oktober 2009, PRS TWNC diresmikan sebagai Lembaga Konservasi Satwa oleh Menteri Kehutanan pada saat itu, Zulkifli Hasan.

Total, sampai saat ini TWNC telah empat kali melepasliarkan  tujuh ekor Harimau Sumatera, serta satwa – satwa langka lainnya seperti kukang, buaya muara, penyu, dan burung elang.

Menurut catatan Ardi Bayu, koordinator Konservasi alam TWNC, pelepasliaran Harimau Sumatera di TWNC pertama kali dilakukan oleh Menteri Kehutanan MS Kaban (22 Juli 2008). Lalu pelespasliaran kedua oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (22 Januari 2010). Kemudian ketiga oleh Menteri KHLK Siti Nurbaya dan Menteri KKP Sri Pudjiastuti (3 Maret 2015).

“Pelepasliaran yang terakhir dilakukan pada 10 Juni 2017 oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, seekor Harimau Sumatera, Muli yang tidak berkonflik dengan manusia tetapi ditinggalkan induknya dalam kondisi luka parah di bagian perutnya, di dekat Pos Penjagaan TWNC. Pada saat yang bersamaan Panglima TNI juga melepasliarkan puluhan penyu dan ratusan burung ke alam liar,” jelas Bayu di Tambling, Senin (31/7/2017).

Bayu dan seluruh tim konservasi di TWNC berharap agar ke depan Pemerintah bersama masyarakat lebih memberikan perhatian dan ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia khususnya Harimau Sumatera.

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan