Jejak Harimau juga Ditemukan di Bukittinggi

Jejak Harimau juga Ditemukan di Bukittinggi

BUKITTINGGI,  WartaBhineka.com – Warga RT 04 RW 03, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi-Sumbar, terutama yang berada dekat Bukit Umpang-Umpang dan Bukit Gatiang dilaporkan takut untuk berladang.

Alasannya, di sebuah kebun cabai di Bukit Gatiang tersebut ditemukan banyak jejak-jejak yang menurut warga merupakan jejak harimau Sumatera. Jejak-jejak itu sudah ditemukan sekitar 14 hari yang lalu.

“Waktu ke kebun pada pagi hari, saya menemukan banyak sekali jejak di ujung kebun. Saya yakin itu jejak harimau, kalau jejak babi maupun anjing, saya sudah hafal,” sebut pekerja kebun, Safar St Malin, Selasa 14 Juli 2017.

Akibatnya, penemuan jejak tersebut kemudian merebak luas dan membuat warga menjadi resah, sebab lokasinya cukup dekat dengan pemukiman. Salah seorang warga, Fitrianis mengaku cukup ngeri setelah penemuan jejak yang diduga harimau tersebut.

Penemuan jejak tersebut juga berdekatan waktunya dengan pemberitaan terkait adanya harimau Sumatera yang memangsa ternak di Jorong PGRM Nagari Gaduik Agam. “Kita kan berada di tepi Ngarai yang bersebelahan dengan PGRM, jelas saya cukup takut,” sebutnya.

Warga lainnya, Mak Kuto juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap hal ini. Sebutnya, biasanya dia sering lewat di sekitar lokasi untuk buang sampah ke Ngarai. “Sekarang tentu saya tak berani. Apalagi kalau malam hari, sekarang masih banyak orang yang menceritakan soal harimau tersebut,” jelas Mak Kuto.

Ketua RW 03, Noviandi membenarkan hal itu. Saat merebaknya kabar ada jejak harimau di kebun warga, dia memang mendapat sejumlah laporan yang mengungkapkan jika warga sedikit ketakutan akan hal tersebut. Namun, sejauh ini dia belum mendapat laporan jika ada warga yang kehilangan ternaknya.

“Memang ada warga yang cukup ketakutan. Kita harapkan warga di sekitar lokasi ini selalu meningkatkan kewaspadaan,” harapnya

memang berada dekat sekali dengan Ngarai. Selain itu, kendati hanya beberapa ratus meter dari pemukiman, lokasi tersebut kebanyakan masih berupa semak-semak. Sayangnya, saat melihat bekas jejak tersebut, sudah tidak jelas lagi.

Sementara, BKSDA Bukittinggi belum menerima laporan jika ada harimau yang berkeliaran di pinggiran kota Bukittinggi tersebut. “Wilayah tersebut masuk dalam jangkauan harimau Sumatera yang sedang berkeliaran di Jorong PGRM,” sebut Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dari BKSDA Bukittinggi AA Jusmar.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan