wartaBHINEKA – Bandung, 19 April 2026 – Rangkaian kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 yang digelar di Mako Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, resmi ditutup pada Minggu (19/4). Program ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pemberdayaan santri, khususnya di bidang ketahanan pangan dan inklusi keuangan.

Ketua penyelenggara, Dr. Sulhan, S.Pd., S.H., M.Si., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa SSC 2026 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai program berkelanjutan bagi pesantren.

“Sebagai bentuk apresiasi, kami menyalurkan 1.500 paket bantuan kepada 1.000 santri, 115 pendamping, serta rekan media. Ke depan, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan dari Kementerian Pertanian untuk memperkuat kemandirian pangan di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulhan menambahkan bahwa kolaborasi dengan sektor perbankan turut membuka akses keuangan bagi para santri. Melalui kerja sama dengan Bank Artha Graha Internasional, sebanyak 1.000 santri difasilitasi pembukaan rekening tabungan sebagai langkah awal membangun literasi dan kemandirian finansial.

Keberhasilan SSC 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Artha Graha Peduli bersama Artha Graha Network dan Electronic City Indonesia.

Perwakilan Artha Graha Peduli melalui Bank Artha Graha Internasional Cabang Asia Afrika Bandung, Dewi Kasmara, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bentuk komitmen dalam membangun generasi muda yang mandiri.

“Para santri adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis di masa depan. Kami bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan ini, sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Electronic City Indonesia, Joko Susanto, menyampaikan “Electronic City bangga menjadi bagian dari Siliwangi Santri Camp 2026. Melalui penyelenggaraan agenda ini, kami berkomitmen untuk menyediakan beragam solusi kebutuhan perangkat elektronik serta perlengkapan rumah tangga yang komprehensif bagi masyarakat dengan pelayanan yang mantap dan banyak untungnya, khususnya untuk santri dan warga Bandung.”

Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyaluran bantuan hingga penguatan program berkelanjutan bagi pesantren.

Sebanyak 1.500 paket bantuan dibagikan kepada 1.000 santri, 115 pendamping, dan rekan media. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok serta dukungan edukatif seperti bibit tanaman guna mendorong kemandirian pangan di lingkungan pesantren.

Selain itu, program literasi keuangan yang dihadirkan melalui Bank Artha Graha Internasional memberikan kemudahan akses perbankan bagi santri, termasuk skema pembukaan rekening bagi yang belum memiliki KTP melalui pendampingan orang tua atau wali. Edukasi ini juga mencakup pemahaman pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap risiko kejahatan siber.

Ke depan, Artha Graha Peduli bersama para mitra akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong kemandirian pesantren, baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan pangan.

Penutupan SSC 2026 oleh jajaran Rindam III/Siliwangi menandai keberhasilan sinergi antara TNI, pemerintah, pesantren, dan sektor swasta dalam membangun karakter serta masa depan generasi muda, khususnya di Jawa Barat.

.

 

You May Also Like

More From Author