Lebih Murah dan Subur, Petani Diimbau Gunakan Pupuk Kompos

Lebih Murah dan Subur, Petani Diimbau Gunakan Pupuk Kompos

Jakarta – Petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diimbau agar dapat membiasakan menggunakan pupuk kompos untuk tanaman yang dibudidayakan.

“Peran penyuluh selalu mendampingi petani, arahkan mereka menggunakan pupuk kompos untuk kesuburan tanaman,” ujar Pelaksana Tugas Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ibnu Saleh di Koba.

Ibnu mengatakan,  penggunaan pupuk kompos dengan bahan baku dari kotoran sapi lebih menguntungkan baik dari sisi harga maupun kesuburan tanaman.

“Saya tanya harganya juga lebih murah dibanding pupuk kimia, hanya Rp500 per kilogram sedangkan pupuk kimia mencapai Rp2.000 per kilogram,” ujarnya lagi.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi petani untuk tidak menggunakan pupuk kompos karena lebih menguntungkan dari berbagai aspek.

“Harganya lebih murah dan tentu ini bisa menekan biaya operasional petani dari pembelian pupuk, juga bisa meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi,” katanya pula.

Mengingat, petani maju dan sejahtera juga tergantung penyuluh dalam memberikan motivasi serta ilmu tepat guna kepada para petani.

“Dorong juga petani menggunakan teknologi tepat guna, terus berinovasi dan jangan lupa penerapannya di lapangan. Dalam hal ilmu, saya pikir petani punya ilmu pengetahuan tentang pertanian, penerapan dan praktik di lapangannya yang kurang,” ujarnya lagi.

Selain itu, Bupati juga minta penyuluh jujur menyampaikan laporan terkait kondisi nyata perkembangan petani di lapangan, demikian juga petani harus jujur.

“Saya memang fokus pada sektor pertanian, makanya jangan heran penyuluh selalu saya pantau karena saya merasa sedih juga melihat petani belum sejahtera padahal potensi pertanian sangat besar. Petani itu bisa kaya kalau mereka mau berubah dan selalu mengikuti teknologi tepat guna,” pungkasnya.

 

 

sumber: Akurat Ekonomi

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan