Daftar Saham yang Dilepas, Asing Kabur 50,6 T

Daftar Saham yang Dilepas, Asing Kabur 50,6 T
Jakarta, WartaBHINEKA – Sepanjang tahun 2018 (sampai dengan akhir sesi 1 perdagangan hari ini), investor asing telah mencatatkan jual bersih senilai Rp 50,6 triliun, lebih tinggi dari jual bersih sepanjang tahun 2017 yang sebesar Rp 39,9 triliun.

Berbagai faktor melandasi aksi jual investor asing yakni pelemahan rupiah, lambatnya laju perekonomian domestik, hingga perang dagang antara AS dengan negara-negara mitra dagangnya.

Saham-saham yang menjadi sasaran jual investor asing adalah yang kinerja keuangannya mengecewakan.

Hal ini terlihat dari deretan saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Mengutip RTI, berikut adalah 10 besar saham yang paling banyak dilepas investor asing sepanjang tahun 2018:
  1. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp 11,2 triliun,
  2. PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 5,5 triliun,
  3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 4,6 triliun,
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 4,3 triliun,
  5. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) senilai Rp 4 triliun,
  6. PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 3,8 triliun,
  7. PT PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 3,8 triliun,
  8. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 3 triliun,
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp 1,8 triliun, dan
  10. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 1,6 triliun.
Sepanjang kuartal-I 2018, laba bersih BBRI tercatat sebesar Rp 7,4 triliun, lebih rendah dibandingkan rata-rata konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar Rp 8,05 triliun.
Laba bersih BBNI tercatat sebesar sebesar Rp 3,66 triliun, di bawah konsensus yang sebesar Rp 3,91 triliun. Laba bersih BMRI tercatat sebesar Rp 5,9 triliun, lebih rendah dari konsensus yang yang sebesar Rp 6 triliun.
Sepanjang kuartal-I 2018, laba UNVR anjlok hingga 6,21% menjadi Rp 1,83 triliun. Pada periode yang sama tahun 2017, laba bersih tercatat sebesar Rp 1,96 triliun. Laba bersih tersebut jauh dibawah rata-rata konsensus yang dihimpun oleh Reuters senilai Rp 2,03 triliun.

Sepanjang kuartal-I 2018, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp 4,98 triliun, turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,08 triliun.

Kabar Baik di Kuartal II
Memasuki earnings season kuartal II-2018, sejauh ini laporan keuangan dari emiten-emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tak membawa kabar baik.

Sepanjang kuartal-II 2018, BMRI membukukan laba bersih sebesar Rp 6,32 triliun, mengalahkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar Rp 6,11 triliun. Namun, ada kekhawatiran mengenai pos pendapatan bunga bersih (net interest income) yang tak bisa memenuhi ekspektasi analis. Sepanjang kuartal-II, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 13,3 triliun, cukup jauh di bawah konsensus yang sebesar Rp 13,75 triliun.

Turunnya pendapatan bunga bersih merupakan hasil dari menipisnya marjin bunga bersih (net interest margin) perusahaan. Pada kuartal-II, marjin bunga bersih turun menjadi 5,7%, dari yang sebelumnya 5,88%.

Sebagai catatan, pendapatan bunga bersih merupakan ‘nyawa’ utama dari operasional sebuah bank. Ketika pendapatan bunga bersih tak mampu memenuhi ekspektasi investor, ada ekspektasi bahwa kinclongnya bottom line perusahaan tak akan berlangsung lama.

Untuk periode kuartal-II 2018, laba bersih per saham BBTN tercatat hanya sebesar Rp 69, jauh di bawah konsensus yang sebesar Rp 82,5. (Dikutip dari cnbcindonesia.com/23/7/2018)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan