Covid Naik 15,1 Persen Sepekan, Satgas Akui Dampak Lebaran

Covid Naik 15,1 Persen Sepekan, Satgas Akui Dampak Lebaran
Covid Naik 15,1 Persen Sepekan, Satgas Akui Dampak Lebaran

Jakarta, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan kenaikan 15,1 persen kasus Virus Corona di Indonesia dalam sepekan terakhir dapat dikatakan sebagai dampak libur lebaran 2021. “Naik 15,1 persen dari minggu kemarin, artinya kenaikan kasus positif pada periode ini sudah dapat diklaim sebagai dampak libur Idul Fitri,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Jumat (4/6).

Wiku merinci lima provinsi yang menyumbang penambahan kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir adalah Jawa Tengah yang naik 1.181 kasus dari sepekan sebelumnya. Kemudian, Riau naik 1.550 kasus, Kepulauan Riau naik 771 kasus, Aceh naik 692 kasus, dan DKI Jakarta naik 523 kasus covid-19 baru. Wiku menilai kenaikan kasus itu terjadi lantaran Jawa Tengah menjadi wilayah sasaran mudik, sedangkan DKI Jakarta menjadi wilayah tujuan arus balik mudik. Sementara, kenaikan kasus Corona di tiga provinsi di Sumatera itu terjadi lantaran aktivitas wisata melonjak saat libur lebaran.

“Kenaikan kasus dapat dikarenakan akumulasi dari aktivitas-aktivitas penyebab yang berpotensi meningkatkan penularan di masyarakat,” kata dia. Lebih lanjut, Wiku mencatat kasus kematian warga akibat Covid-19 pada pekan ini mengalami penurunan sebanyak 15,1 persen. Lima provinsi penyumbang kematian tertinggi di Indonesia adalah Riau, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu. “Dan ini perkembangan baik di tengah naiknya kasus positif, angka kematian dapat kita tekan,” ujar Wiku. Adapun data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari ini, Jumat (4/6) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 6.486 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 5.950 kasus, dan kasus meninggal 201 kasus baru.

Secara kumulatif, 1.843.612 orang dinyatakan positif terinfeksi Corona. Dari jumlah itu 1.697.543 orang dinyatakan pulih, 94.773 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 51.296 lainnya meninggal dunia.

Terpisah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendorong percepatan vaksinasi di kotanya demi memicu perekonomian. Apalagi, Solo sangat bergantung pada sektor perdagangan dan wisata belanja. “Yang jelas hotel sudah divaksin semua ini akan menambah consumer confidence. Jadi ketika menginap atau bepergian ke kota solo, akan semakin yakin dirinya akan aman dan tidak akan tertular,” kata putra Presiden Joko Widodo itu.

Salah satu bentuk percepatan vaksinasi ini adalah penerbitan Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Pra Lansia. “Siapa yang mengantar dua lansia, pengantarnya kita beri vaksin,” timpal Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih. Hingga Kamis (3/6), Dinkes Solo telah memvaksinasi 125.831 orang alias 135,07 persen dari target 93.158 jiwa untuk tahap satu dan dua. Rinciannya, tenaga kesehatan 12.130 orang dari target 10.609 (114,34 persen), petugas publik 71.552 orang dari target 32.566 (219.71 persen). Sementara, vaksinasi lansia masih tertinggal dengan capaian 42.149 dari target 49.983 (84,33 persen).

Sementara itu, 25 warga Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul akan menjalani tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR), hari ini, Sabtu (5/6). Puluhan orang ini adalah mereka yang sempat menghadiri takziah dan terlibat dalam prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19 dengan tanpa protokol kesehatan (prokes).”Warga Lopati semuanya, ada keluarga [almarhum] tetangga, termasuk warga sekitar yang sempet bantu-bantu,” kata Camat Srandakan Anton Yulianto saat dihubungi, Jumat (4/6).

Anton sendiri tidak mengiyakan saat disinggung apakah pemakaman jenazah Covid-19 kemarin tanpa prokes itu dilatarbelakangi penolakan dari anggota keluarga maupun warga setempat. Ia hanya bisa memastikan bahwa pemakaman jenazah pasien Covid-19 tanpa prokes Selasa kemarin benar adanya. Dikatakan Anton, tes ini mengambil waktu pada Sabtu lantaran menyesuaikan masa inkubasi virus. “(Tes PCR) dipilih hari Sabtu karena hari ke-lima setelah kejadian,” sambungnya. Anton berujar, 25 orang tersebut terjaring usai Satgas Covid-19 setempat melaksanakan penelusuran kontak atau tracing pascaperistiwa yang terjadi pada Selasa (1/6) pagi itu.

“Datanya masih bergerak, karena menyesuaikan respons dari masyarakat,” lanjut Anton. Diberitakan sebelumnya, jenazah seorang lansia yang merupakan pasien Covid-19 dimakamkan tanpa prokes di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Selasa (1/6).

Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul mengaku dihalang-halangi saat hendak membantu proses pemakaman sesuai prokes.

Buntutnya, salah seorang warga berinisial A dilaporkan ke Polres Bantul oleh FPRB dengan delik upaya penghasutan agar proses pemakaman tak menerapkan prokes, Rabu (2/6). Saat itu, sosok A diduga berdalih supaya pemakaman disesuaikan dengan adat lingkungan setempat dan syariat Islam. Dari Makassar, 237 pekerja proyek pembangunan apartemen 31 Sudirman Suite dites swab usai temuan kasus positif pada 45 pekerja lainnya, Sabtu (5/6). Kepala Dinas Kesehatan Makassar Andi Hadijah Iriani kepada CNNIndonesia.com menyebut hasil tes tersebut bisa diketahui esok pagi. Sebelumnya, Master Covid-19 Kecamatan Ujung Pandang Andi Pattawari menyebutkan 45 orang pekerja proyek yang terpapar Covid-19 itu dirawat di RS Pelamonia. Sebagai tindak lanjut, lokasi proyek dan mes para pekerja di Jalan Batu Putih, Kota Makassar, pun disegel.

Source https://www.cnnindonesia.com/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan