Bom di Konser Ariana Grande, Ayah dan Adik Salman Abedi Ditangkap

Selain tujuh orang yang ditangkap Kepolisian Inggris, ayah dan adik laki-laki Salman Abedi, pengebom bunuh diri di konser Ariana Grande, juga ditangkap. Keduanya ditangkap oleh otoritas Libya di ibu kota Tripoli.
Dituturkan sumber dari keluarga Abedi, seperti dilansir AFP, Kamis (25/5/2017), dinas intelijen Libya telah menangkap Hashem Abedi, adik Salman Abedi, pada Selasa (23/5) malam waktu setempat. Adik Salman Abedi dicurigai mengetahui rencana serangan kakaknya. Namun tidak diketahui pasti alasan otoritas Libya juga menangkap ayah Salman Abedi.
“Ayahnya, Ramadan Abedi, juga ditangkap,” tutur juru bicara Deterrence Force, Ahmed bin Salem. Deterrence Force yang mendukung pemerintah Libya yang didukung PBB, bertindak sebagai Kepolisian Pemerintah Nasional Libya.
Hashem yang juga lahir di Inggris sama seperti Salman Abedi (22) ini, juga dicurigai terlibat kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut Ahmed, Hashem mengetahui rencana teror Salman sebelum bom bunuh diri mengguncang Manchester pada Senin (22/5) malam.
Baik Salman maupun Hashem, sebut Ahmed, diduga sama-sama anggota ISIS. Ledakan bom bunuh diri yang didalangi Salman Abedi di Manchester Arena, lokasi konser Ariana Grande, menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk anak-anak. ISIS, dalam pernyataan via media sosial, mengklaim bertanggung jawab atas teror bom itu.
Hashem sendiri telah berada di bawah pengawasan otoritas Libya terkait keterlibatannya dengan ISIS. “Dia berada di bawah pengawasan selama 1,5 bulan,” sebut Deterrence Force dalam pernyataan pada halaman Facebook resminya.
“Tim penyelidikan memberikan informasi intelijen bahwa dia (Hashem) merencanakan serangan teroris di ibu kota Tripoli,” imbuh pernyataan itu.
Facebook Deterrence Force memposting foto Hashem usai ditahan. Mereka juga menyebut Hashem menerima uang 4.500 dinar Libya (Rp 42 juta) dari kakaknya, Salman Abedi. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut kapan uang itu diterima dan untuk keperluan apa.
Secara terpisah, kerabat keluarga Abedi menyebut Salman kembali ke Manchester, dari Libya, sekitar 4 hari sebelum melakukan teror bom di Manchester. “Ayahnya ingin anaknya tinggal di Libya, tapi Salman bersikeras pergi ke Manchester,” terang kerabat yang enggan disebut namanya ini.
Informasi itu sesuai dengan keterangan Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, yang sebelumnya menyebut Salman baru kembali dari Libya, sebelum melakukan aksi bom bunuh diri. Rudd juga menyebut Salman sudah masuk radar intelijen Inggris sebelum teror bom terjadi. Dia diyakini tidak bertindak seorang diri dalam teror bom itu. Sejauh ini, sedikitnya tujuh orang telah ditangkap polisi Inggris terkait bom bunuh diri Salman.

 

Sumber :  https://news.detik.com/internasional/d-3511239/bom-di-konser-ariana-grande-ayah-dan-adik-salman-abedi-ditangkap

You May Also Like

More From Author