2 RT di Tangerang Lockdown Usai 53 Warga Positif Covid

By: On:
2 RT di Tangerang Lockdown Usai 53 Warga Positif Covid

WartaBHINEKA – Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, lockdown lokal itu merujuk pada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang menyebutkan bahwa apabila dalam satu RT terdapat 5 rumah yang terjangkit covid-19, maka RT dikategorikan zona merah dan harus lockdown selama 14 hari.

Sebanyak 53 warga di RW 06 Kelurahan dan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dinyatakan terpapar virus corona (covid-19). Imbasnya, dua RT di dalamnya diberlakukan pembatasan keluar-masuk pergerakan warga alias lockdown lokal.

“Jadi kita di tanggal 29 Mei lalu ketemu beberapa kasus. Nah kita curiga jadi dilakukan testing dan tracing warga enam RT di RW 06, sehingga kita temukan kasus sampai 53 orang itu di empat RT,” kata Hendra

Hendra menuturkan, temuan itu berawal saat kasus di Kelurahan dan Kecamatan Kelapa Dua meningkat. Sesuai protokol, Puskesmas setempat kemudian melakukan tes secara acak, dan kemudian dilanjutkan dengan penelusuran kontak erat.

Hendra menduga penularan terjadi saat warga melakukan kerja bakti bersama, dan dilanjutkan santap bersama. Ia melanjutkan, saat ini kondisi ke-53 warga itu stabil lantaran mereka terpapar covid-19 dengan status tanpa gejala atau OTG.

Saat ini, pihak kecamatan menurutnya juga telah menyiapkan bantuan logistik berupa sembako yang dikirim dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa lockdown berlaku.

“Jadi mereka kerja bakti, mereka makan-makan. Indikasinya kemungkinan dari situ yang bisa kita prediksi,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendra juga memastikan tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri ataupun mudik jarak jauh yang dilakukan warga RW 06 tersebut. Ia juga tidak menemukan hasil Cycle Threshold (CT) 53 warga itu di bawah 30 persen.

Sebab, sesuai ketetapan Kementerian Kesehatan penyintas covid-19 dengan CT di bawah 30 persen, maka sampelnya akan dilanjutkan untuk pemeriksaan Whole Genome Sequence (WGS) oleh Balitbangkes, lantara dikhawatirkan terkait mutasi varian baru virus corona.

“Kalau melihat CT tidak di bawah 25, jadi kalau kemungkinan penularan karena varian baru tidak ada,” pungkas Hendra.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan