
wartaBHINEKA – Cianjur, 4 Oktober 2025 Politeknik Jakarta Internasional bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Desa Sindangjaya merupakan desa yang memiliki potensi hasil bumi sayur-sayuran yang sangat luar biasa seperti wortel, sledri , bawang daun, pakcoy dll, selain sayuran desa sindang jaya juga memiliki agrowisata artala yang luar biasa indahnya terletak di kaki Gunung Gede Pangrango. Melihat kondisi alam yang luar biasa Politeknik Jakarta Internasional untuk menciptakan Desa Sindangjaya memiliki istilah “smart village yang konsentrasikan pada kesejahteraan ekonomi desa ,smart village dapat mendukung pengembangan ekonomi di desa dengan memfasilitasi akses ke pasar melalui platform digital seperti penjualan produk hasil bumi menjadi makanan modern untuk peningkatan UMKM desa melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam melihat potensi desa untuk dapat diolah menjadi makanan modern seperti pembuatan brownies berbahan subtistusi wortel yang merupakan penciptaan makanan sehat yang mengandung vitamin A baik untuk tubuh. ,hal ini dapat memperkenalkan model bisnis inovatif, dan memberikan pelatihan keterampilan untuk mendukung usaha lokal.

Penerapan konsep Smart Village tidak hanya menciptakan desa yang lebih modern dan efisien secara teknologi, tetapi juga berdampak positif pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai hasilnya, Smart Village dapat menjadi model bagi perkembangan desa-desa di Indonesia.Dengen menciptakan Desa pintar tentunya warga yang berada di desa tersebut merupakan warga yang berkualitas.

Pada kegiatan ini dari mahasiswa Politeknik Jakarta Internasional bidang pastry membantu dalam peningkatan keterampilan dalam pengolahan makanan berbsubstitusi wortel. Bapak deden Ridwan sebagai Sekdes Sindangjaya mewakili Direktur BUMDES Mekar Jaya Abadi desa Sindangjaya menuturkan bahwa kegiatan ini snagat bermanfaat untuk peningkatan UMKM Des dan para ibu-ibu yang memiliki anak tidak suka sayur seperti wortel dapat disubstitusikan ke dalam kue brownies menjadi makanan sehat dan berserat tinggi, Hal ini warga sangat berharap dapat dilakukan pendampingan secara rutin terkait olahan hasil bumi untuk menjadi inovasi makanan sehat dan dapat dijual hingga meningkatkan perekonomian desa.

