Ganjil Genap Diberlakukan Lagi di Jakarta Mulai Hari Ini, Simak Waktu, Ruas Jalan, hingga Ketentuannya

Ganjil Genap Diberlakukan Lagi di Jakarta Mulai Hari Ini, Simak Waktu, Ruas Jalan, hingga Ketentuannya
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil genap di beberapa ruas jalan di wilayah DKI Jakarta mulai hari ini, Kamis (12/8/2021). Kebijakan yang dihentikan sementara sejak Maret 2020 silam itu kembali diberlakukan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat setelah pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ganjil genap kembali diberlakukan sebagai bentuk pengendalian mobilitas penduduk ke Jakarta setelah penyekatan di perbatasan Jakarta kembali dibuka.

“Jadi upaya-upaya (pengendalian) ini dilakukan oleh Dishub dibantu Dirlantas Polda Metro Jaya untuk mengatur mobilitas warga,” kata Riza, Selasa (10/8/2021)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan ganjil genap diberlakukan selama lima hari, terhitung 12-16 Agustus 2021.

Titik dan jam pemberlakuan ganjil genap

Dalam keterangan tertulis, Syafrin menjelaskan bahwa kebijakan ganjil genap akan diberlakukan mulai pukul 06.00-20.00 WIB.

Adapun titik ruas jalan yang akan diberlakukan sistem ganjil genap yaitu: Jalan Sudirman Jalan Thamrin Jalan Medan Merdeka Barat Jalan Majapahit Jalan Gajah Mada Jalan Hayam Wuruk Jalan Pintu Besar Selatan Jalan Gatot Subroto

Kendaraan yang dikecualikan

Syafrin juga menjelaskan, ada beberapa kendaraan bermotor dikecualikan atau boleh memasuki kawasan ganjil genap. Berikut daftar kendaraan bermotor yang diperbolehkan melintas di kawasan penerapan ganjil genap: Kendaraan membawa masyarakat disabilitas Kendaraan ambulans Kendaraan pemadam kebakaran Kendaraan angkutan umum pelat kuning Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik Sepeda motor Kendaraan angkutan barang khusus bahan bakar minyak dan gas Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia Kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI dan Polri Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang jadi tamu negara Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan dari Polri Kendaraan petugas kesehatan penanganan Covid-19 selama masa penanggulangan bencana nasional yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19 Kendaraan mobilisasi pasien Covid-19 Kendaraan mobilisasi vaksin Covid-19 Kendaraan pengangkut tabung oksigen

Imbauan tetap di rumah

Untuk mengurangi mobilitas massa, Syafrin meminta warga tetap berada di rumah, kecuali bepergian dengan alasan kebutuhan mendesak. “Diimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu, kecuali yang bersifat mendesak dan tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Syarin. Selain itu, Syafrin juga meminta warga menghindari ruas jalan yang diterapkan sistem ganjil genap. “Dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” tutur Syafrin.

Source Kompas.com 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses