wartaBHINEKA, Labuan Bajo, 28 April 2026 — Padar Heritage Conservation (PHC) melaksanakan misi evakuasi medis terhadap seorang balita berusia satu tahun bernama Khalif dari Pulau Komodo menuju RSUD Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa siang (28/4).

Khalif mengalami gastroenteritis akut disertai dehidrasi sedang hingga berat. Selain itu, pasien juga mengalami gangguan pembekuan darah yang menyebabkan proses pemasangan infus awal tidak berhasil, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

Proses evakuasi bermula ketika PHC menerima laporan darurat dari kakek pasien, Bapak Abu Bakar, pada pukul 12.00 WITA. Setelah melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan petugas Puskesmas Pulau Komodo, Bidan Fifi, dipastikan bahwa kondisi pasien memerlukan rujukan segera ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai di Labuan Bajo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.40 WITA PHC memberangkatkan speedboat Seariders dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo untuk melakukan evakuasi. Setelah pasien berhasil dijemput, kapal bertolak menuju Labuan Bajo pada pukul 13.19 WITA dan tiba pada pukul 14.22 WITA. Setibanya di pelabuhan, pasien langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan bahwa tim bergerak cepat begitu menerima informasi mengenai kondisi darurat pasien.

“Begitu menerima laporan dan memastikan kondisi pasien, tim segera kami kerahkan untuk melakukan evakuasi. Penanganan cepat sangat penting mengingat pasien merupakan balita dengan kondisi darurat yang membutuhkan perawatan intensif,” ujar Yoanna.

Misi kemanusiaan ini dilakukan oleh PHC yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli, dengan dukungan KSOP Labuan Bajo dan Pos SAR/Basarnas setempat guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.

Dalam pelaksanaan evakuasi, PHC mengerahkan tiga personel internal, yakni Kapten Irawan, kru kapal Aryo, serta Darmin selaku koordinator lapangan Pos Padar yang turut membantu sebagai kru kapal selama proses evakuasi berlangsung.

Sementara itu, pendampingan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pulau Komodo yang sejak awal menangani pasien dan turut mendampingi Khalif selama perjalanan laut hingga tiba di RSUD Komodo Labuan Bajo.

Selama proses evakuasi menuju Labuan Bajo, pasien didampingi oleh kedua orang tuanya, Bapak Widodo dan Ibu Karmila, serta dua anggota keluarga lainnya, yaitu Bapak Abu Bakar dan Bapak Ariansyah.

PHC menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelayanan kemanusiaan dan respons cepat terhadap kondisi darurat masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya kawasan sekitar Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo.

You May Also Like

More From Author