
wartaBHINEKA, Pirak Timur – Artha Graha Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyerahan bantuan sarana air bersih dan pengairan pertanian di Kecamatan Pirak Timur, Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bagi sekitar 5.000 jiwa serta mengairi lahan sawah tadah hujan seluas kurang lebih 1.600 hektare.
Bantuan yang diserahkan berupa seperangkat material dan peralatan sumur bor, meliputi mesin submersible (satelit) 3 inci baru lengkap dengan kabel sepanjang 100 meter, satu unit tangki air berkapasitas 2.000 liter (2 ton), serta empat cakar ayam berdiameter 12 mm untuk konstruksi penyangga tangki air. Sarana ini juga mendukung fasilitas toilet bantuan dan penyangga mushala bagi warga setempat.
Perwakilan Artha Graha Peduli, Untung Sangadji, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan air, khususnya untuk sawah tadah hujan.
“Saya mewakili Artha Graha Peduli menyerahkan seperangkat material berupa empat cakar ayam diameter 12 mm untuk konstruksi bangunan penyangga tangki air 2.000 liter, satu unit tangki air 2.000 liter, serta mesin submersible 3 inci baru lengkap dengan kabel 100 meter guna menyokong pengairan sawah tadah hujan seluas 1.600 hektare di Kecamatan Pirak Timur. Insyaallah pelaksanaan pembangunannya diteruskan oleh masyarakat dan diawasi oleh tokoh masyarakat Bapak Murtala serta Babinsa Serka Willi sampai selesai dan dilaporkan kepada kami,” ujar Untung Sangadji.
Sumur bor yang dibangun kali ini menghasilkan air tawar dengan kualitas baik. Berdasarkan pengecekan, kadar Total Dissolved Solids (TDS) dan pH air berada dalam kategori baik dan layak untuk konsumsi serta pengairan. Hal ini menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat beberapa upaya pengeboran sebelumnya menghasilkan air payau yang tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

Keberhasilan pengeboran ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini menyebabkan lahan sawah retak dan tidak produktif. Dengan tersedianya sumber air bersih yang memadai, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan untuk mengolah lahan pertanian mereka.
Artha Graha Peduli menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan infrastruktur dasar di daerah.
Pembangunan selanjutnya akan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat dengan pengawasan tokoh masyarakat dan aparat kewilayahan, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara dunia usaha dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
.
